Puisi-Puisi Mustain Romli; Mazmur Cinta

Mustain Romli




MAZMUR CINTA


Aku mencintaimu sebelum sungai-sungai
menemukan jalurnya
tuk sampai di lautan sana

saat  batu-batu yang tabah menyaksikan
betapa cinta telah kuat mengantarkan
deras rindu menuju hatimu

Aku mencintaimu sebelum sumber-sumber
dalam puisi dilafalkan begitu jauh
dan menyatu dalam sukma penyair

ketika kata-kata masih belia
yang dididik oleh sunyi
dan musim-musim pancarona

Aku mencintaimu sebelum dahan itu
menyilakan bunga hidup
dalam pangkuannya

saat batang dan daun menyibakkan
kemesraannya mewakili akar
yang memendam cinta serupa mata air.

Aku mencintaimu sebelum pelangi
mendengar kehadiran gerimis di pagi itu

kala langit dan awan tengah mendeklarasikan
ruang temu  antara luasnya samudra
dan cintaku untukmu

Aku mencintaimu sebelum cinta
sampai di kenangan tubuhmu

tatkala ruang yang tersimpan  pada  dirimu
sudah kusempurnakan dahulu
dengan nama keabadian

16 November 2020 




SURAT DARI GERIMIS YANG AKU TULIS UNTUKMU


hari ini langit sedang biru
seakan tak ada celah sedikit pun
mendung untuk merumahkan diri
sedang di sana, seekor merpati
mematuk-matuk cahaya langit
ia ingin warna biru di langit
dapat menghadirkan gerimis
ingin sekali, ia bermesraan dengan kekasihnya
saat gerimis mulai turun
seraya berdoa, Tuhan gerimis ini telah menjadi saksi
bahwa sayangku padanya layaknya bunga
kami bahagia bercinta 
saat langit yang biru dan gerimis yang lembut
turut menitipkan surat keindahannya kepadaku

cinta ini akan abadi
aku memilikimu dengan segala usaha
dapat membawamu terbang jauh
ketika musim kemarau
cintaku padamu akan berada
di dekat langit
dan ketika musim hujan
cintaku padamu akan bersemayam
di bawah kesaksian gerimis

seperti itulah surat dari gerimis untukmu
kutulis dan kuingat saban kali
kau mendoakan rindumu
yang terhampar di antara alur musim.

29 Oktober 2020





SOLILOKUI


bagaimana aku tak mencintai cahaya
sementara cahaya adalah 
sumber kehidupan
dan bagaimana mungkin
aku tak menaruh hati padamu
sedang dirimu merupakan asal mula
kehidupanku menjadi ada

24 November 2020


Tentang Penulis:
Photo
Mahasiswa Universitas Nurul Jadid. Lahir di desa kecil bernama Tanjung. Pekerjaannya kadang rebahan, nulis artikel, puisi, opini dan resensi buku. Tapi lebih banyak rebahannya.

0 comments