Puisi - Puisi Yani Al Qudsy; Mereka yang Mengunjungi Posko Kami

Yani Al Qudsy


MEREKA YANG MENGUNJUNGI POSKO KAMI

Masih jelas deras air bah dari luapan kali
sore itu,
ibu-ibu memastikan anak-anaknya dalam dekapan
ada yang berlarian ke penjuru ruang mengamankan barang serta dokumen yang perlu diselamatkan
ada pula yang langsung mencari tempat aman untuk perlindungan.

Anak-anak teriak memanggil yang bisa dipanggil
para ayah gegas ke tanggul
melakukan apa yang bisa dilakukan
para pemuda secepatnya mengupayakan penyelamatan
namun deras arus tak hendak berjeda,
hingga tanpa menguluk salam
air bersapa ke perkampungan, rumah-rumah, gang-gang, pemukiman.

Dan begitu cepat tayangan tersiar di beranda-beranda sosial media
luapan air, amukan banyu
ada yang live, unggahan video, juga foto-foto.

Informasi dunia maya memang secepat kilat
bantuan datang, aparat bertandang,
posko didirikan
sementara, kami sibuk mengemas duka
kami berpikir perihal ladang-ladang yang mungkin mematikan senyum kami,
menjeda keberlangsungan isi perut kami esok hari
ladang-ladang yang mengalah dipeluk luapan air kali
memilih pasrah dan mungkin mati.

Mereka yang datang ke posko kami
berbondong dengan bungkusan kardus
juga makanan, pakaian, obat-obatan.
sebagian mengelus kepala anak-anak kami
sebagian ikut menangisi derita dan ujian ini.

Mereka yang datang rapi dengan pakaian senada
dan ada yang berpakaian tak diseragamkan pula
mereka yang datang dengan niatan mulia
ulurkan tangan demi kepedulian sesama
ada yang pribadi
ada yang mengumpulkan donasi.

Mereka yang datang ke posko kami
mereka yang membaca duka kami
mereka yang ikut merasakan kesedihan kami
mereka yang tergerak membantu kami
mereka yang mengulurkan bantuan di tengah kepiluan kami.

Mereka yang sesegera datang dengan dokumentasi
mereka yang kemudian berkabar foto tentang baik budi yang telah dijalani
dalam unggahan serta sesungging senyum saat penyerahan donasi.

Ya, terimakasih kami
pada mereka yang tak bisa kami baca satu persatu
perihal maksud serta kedatangan diri.

Kudus, 8 Januari 2021

 

 

KEPADA APA?

Aku bertanya perihal niatan manusia mengubah diri
sebab berseliweran sajak muhasabah akhiri detik pergantian hari
sebenarnya ada apa?

Tak samakah peralihan Sabtu ke Minggu? Minggu ke Senin?
Senin ke Selasa? Selasa ke Rabu? 
atau pergantian satu hari ke hari setelahnya
apa yang beda?

Aku bertanya perihal niatan manusia mengubah diri
sebab bermunculan sajak sesal lalui berakhirnya tahun lalu
dan harapan mengubah menuju tahun yang baru
 
Sebenarnya apa pembeda?
sebenarnya pada siapa manusia berserah?
apakah pada Tahun?
ataukah pada Tuhan?

Kudus, 8 Januari 2021

Tentang Penulis:
Photo
Ialah nama pena dari seorang blogger dan pecinta sastra. Anggota Komunitas Omah Gatra (Gandrung Sastra) Undaan Kudus. Menulis di beberapa antologi puisi, di antaranya: Munajat Ramadhan (Nusantara Sakti, 2018), Bermemoar di Kedai Kopi (LovRinz, 2017), antologi Sampah Serapah Sripah bersama Komunitas Kresek Indonesia (2019), Antologi Kapok Lombok terbitan Intishar (2019), Antologi Penyair Nusantara (2019), Sesapa Mesra Selinting Cinta (Balai Bahasa Jateng, 2019), Antologi Rawatirta (Reybook Media, 2019).

0 comments